Mengapa saat kita baru membeli mobil merah, tiba-tiba kita melihat mobil merah di mana-mana? Hal ini berhubungan dengan reticular activating system yang ada di dalam otak manusia. Reticular Activating System atau RAS sebagai jaringan saraf di batang otak yang mengatur kesadaran dan fokus.
RAS juga mengatur fokus perhatian dan menyaring informasi yang masuk, RAS sebagai “filter email” atau “asisten pribadi” bagi otak. Agatha Chelsea Terriyanto yang merupakan penyanyi, aktris, dan model dari Indonesia ini juga pernah membahas RAS, Agatha seorang sarjana lulusan jurusan Psikologi/Neuroscience dari University of Melbourne. Menurutnya, RAS adalah bagian dari otak yang meregulasi kesadaran atau consciousness.
Terletak di batang otak (brainstem), menghubungkan sumsum tulang belakang dengan otak besar. Memiliki panjang sekitar lima sentimeter. Fungsi dari RAS sebagai Regulasi Tidur dan Bangun: Mengontrol transisi antara kondisi sadar dan lelap, Atensi Selektif: Memilih stimulus penting dari jutaan data sensorik yang masuk setiap detik, Respon Terhadap Bahaya: Mengaktifkan mode fight-or-flight.
baca juga: Curious Kids: bagaimana caranya otak ‘bangun’ dari tidur?
RAS adalah bagian yang memastikan agar otak tidak terlalu banyak informasi yang masuk. RAS seperti saklar yang memberikan sinyal ke otak kita untuk bereaksi. Dilansir dari the conversation.com, ilmuwan yang meneliti otak menggunakan alat yang bernama elektroensefalografi atau EEG. Alat ini mengukur sinyal listrik dari ribuan ribuan sel otak bernama neuron.
Mind Coach and Remedial Hypnotist, Tim Box menjelaskan, Bagaimana RAS memperkuat membantu dalam memilih mana yang dilakukan dan mana yang tidak dilakukan. Sama ketika kita bermain social media, apa yang kita cari maka algoritma social media akan memberikan rekomendasi yang sama atau mirip dengan apa yang kita cari.
Jika kita percaya dunia itu jahat, RAS akan menyoroti berita kriminal, Jika kita memikirkan hal baik dan positif, RAS akan menyoroti kejadian baik. Kita tidak bisa merubah apa yang sudah terjadi di masa lalu, namun kita bisa fokus pada hari ini dan keputusan hari ini.
Otak manusia akan mengalami perubahan, dilansir dari Tempo.co ahli neuropsikologi Elise Caccappolo menjelaskan, terkadang kita baru menyadari otak manusia mengalami perubahan kognitif sebelum usia 60 hingga 70.
Perlu ada bacaan lebih lanjut terkait hal ini, kita bisa membaca terkait Kesehatan di WebMD, Northwestern Medicine, Healthline, dan platform Kesehatan atau penelitian terkait Kesehatan.
baca juga: Sehat Bukan Hanya Tentang Tubuh, tapi Juga Pikiran
Semakin canggih teknologi, semakin banyak informasi yang masuk. Kemudahan informasi yang kita dapat memiliki dampak positif dan negative. Kita bisa mendapatkan informasi dan belajar dengan mudah hanya berdiam diri, memiliki laptop, dan sinyal internet. Dampak negatifnya kita bisa overthinking dan menerima informasi yang belum tentu bisa kita gunakan jika tidak pandai memfilternya. Kita tidak bisa mengontrol semua yang terjadi di dunia, tapi kita bisa melatih filter otak kita, “Ke mana perhatian mengalir, di situ energi akan tumbuh.”