Secangkir Kopi Pagi Bersama Mentari

Pagi datang seperti biasa. Mentari terbit dari timur, ayam mulai berkokok, dapur mulai mengepul, dan suara mesin motor yang mulai berirama. Namun, di antara semua kesibukan itu, ada satu momen kecil yang sering luput: secangkir kopi yang diminum tanpa tergesa.

Kita terlalu sering hidup dalam mode “cepat”. Cepat bangun, cepat bekerja, cepat lelah. Padahal hidup tidak selalu meminta kita berlari. Kadang ia hanya ingin kita duduk sebentar, menghela napas, dan menyadari bahwa kita masih di sini—masih bernapas, masih berusaha.

Bagian kecil hidup yang sering terlupa. Ia hadir dalam hal-hal sederhana: senyum orang asing di halte, hujan sore yang turun tiba-tiba, atau pesan singkat dari teman lama. Justru di sanalah makna hidup sering bersembunyi.

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *