Judul: Jatisaba
Penulis: Ramayda Akmal
Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta
Tebal: 241 halaman
Tahun Terbit: 2017
Kehidupan di desa tidak sama dengan kota, hiruk pikuk kota tidak bisa disandingkan dengan kehidupan desa. Sama halnya dengan novel Jatisaba yang mengangkat isu-isu sosial yang terjadi di desa. Bagaimana realita kehidupan sosial seperti politik, perdagangan manusia, dan konflik-konflik yang terjadi digambarkan dengan nuansa Jawa. Buku yang ditulis oleh Ramayda Akmal dan diterbitkan oleh PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta tahun 2017 dicetak Kembali pada Januari 2024.
Novel ini menjadi satu dari empat pemenang unggulan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2010. Tebal buku ini 241 halaman dengan cover wanita yang berambut panjang. Novel Jatisaba merupakan nama dari salah satu tempat yang berada di Indonesia.
Realita sosial dikemas dengan apik dalam novel ini. Bercerita tentang Mae seorang TKI yang pulang ke kampungnya dan mengiming-imingi warga untuk menjadi TKI agar mendapatkan gaji yang besar, hidup lebih makmur, dan iming-iming yang lain. Himpitan ekonomi dan konflik sosial menjadikan iming-iming tersebut terasa manis.
Disisi lain, rencana Mae tersebut bebarengan dengan pemilihan kepala desa (pilkades). Bukan pilkades biasa, dalam novel ini pilkades merupakan posisi yang saling direbutkan hinggga mengorbankan uang, darah, dan kekuatan gaib. Konflik ini semakin rumit ketika black campaign semakin membabi buta. Mungkinkah Mae berhasil membawa TKI tersebut ke negara tujuan?
Kelebihan
Novel ini menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Meskipun ada istilah-istilah Jawa yang kurang dimengerti, di buku ini dijelaskan secara jelas dan menjadi daya tarik karena membawakan budaya yang sudah jarang ditemukan. Istilah yang muncul dan menjadi pengetahuan baru di era sekarang seperti senthir, rajeg, tunggak. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini, seperti jadilah pemuda yang kuat dan sederhana.
Kekurangan
Novel ini diceritakan dengan apik, namun dalam cerita ini ada part yang masih membuat pembaca akan terus bertanya-tanya.